Pages

Wednesday, November 21, 2012

Perbedaan repeater,switch,hub,bridge,router


Perbedaan repeater,switch,hub,bridge,router


1. Repeater



Repeater adalah perangkat keras yang memiliki fungsi utama untuk menghasilkan kembali sinyal listrik dari :
·         Pembentukan kembali gelombang
·         Penguatan gelombang
·         Pewaktuan kembali sinyal
Repeater, bekerja pada layer fisik jaringan, menguatkan sinyal dan mengirimkan dari satu repeater ke repeater lain. Repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan repeater tidak dapat memfilter informasi. Repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga sinyal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh.s
Tujuan digunakannya Repeater
Tujuannya adalah untuk memperluas atau meningkatkan segmen dari LAN melebihi batas kemampuan fisiknya yang biasa didefinisikan dengan nama Physical Layer’s Standard (contohnya Ethernet dengan 500 m dari 10Base5). Segmen LAN adalah jalur logika mirip seperti bus logika yang digunakan oleh semua tipe Ethernet 802.3.
Biasanya repeater digunakan untuk menghubungkan 2 gedung yang berdekatan yang terlalu jauh jika ingin memperluas segmennya. Dia juga dapat digunakan untuk menghubungkan floor dari sebuah bangunan yang melebihi panjang maksimum segmen yang diizinkan.
Karakteristik Repeater Segmen ke Segmen
Repeater bukanlah jaringan “de-segment”. Semua jalur yang nampak pada salah satu sisi dari repeater juga tampak pada kedua sisinya. Repeater hanya menangani karakteristik fisik dan elektrik dari suatu sinyal. Repeater hanya dapat bekerja pada Physical Layer yang sama tipenya. Seperti : Ethernet ke Ethernet, Token Ring ke Token Ring. Dia juga dapat menghubungkan 10Base5 ke 10BaseT sebab keduanya sama-sama menggunakan layer 802.3 MAC.
Pengalamatan Repeater : Lapisan MAC dan Segmen Jaringan
Alamat dari lapisan MAC digunakan untuk mengenali kartu jaringan pada jaringan. Repeater bersifat transparan pada keduanya sisi dari segmen dn pada kedua sisi dapat dilihat semua alamat pada MAC. Hal ini berarti jalur traffic apapun pada floor 1 dapat terlihat pada floor 5 dan sebaliknya.
Repeater tidak memberikan isolasi di antara segmen-segmen, sehingga hanya ada satu daerah tabrakan. Ketika menggunakan repeater harus dipastikan bahwa waktu tunda propagasi keseluruhan tidak melebihi lapisan fisik standar yang sedang digunakan. Anda dapat memparalel segmen dengan menggunakan multiport repeater. Multiport repeater mempunyai beberapa input dan output. Dan perlu diingat bahwa semua floor mempunyai nomor segmen yang sama. Dan tidak dibolehkan untuk membuat sebuah loop di antara 2 segmen dengan menggunakan dua buah repeater.


2. Hub

Hub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan; Hub hanya mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex.Hub digunakan pada Topologi Star.
Hub disebut juga sebagai Multiport Repeater atau Concentrators. Beberapa hub ada yang tidak memakai microprosessor. Sedangkan Hub yang Inteligent (pintar, yang memakai Mikroprosessor) dapat mengadakan diagnosa dasar dan mengadakan test node untuk melihat apakah mereka terhubung dengan benar. Jika tidak maka Smart Hub atau Intelligent Hub akan menghilangkan titik atau node tersebut dari jaringan. Beberapa Smart Hub dapa dipoll dan diatur secara terpisah.
 Tujuan digunakannya Hub
Hub digunakan untuk memberikan Topologi Bintang Fisik (Physical Star Topology) . Topologi Logika adalah topologi yang tergantung pada Medium Access Control Protocol. Kemudian di tengah-tengah dari bintang adalah Hub dengan node-node jaringan pada pinggir bintang seperti pada gambar berikut :
keuntungan dari topologi ini adalah lebih mudah untuk memelihara dan mengatasi masalah pada jaringan yang besar. Anda dapat dengan mudah mengubah suatu workstation menjadi star topology dengan mengubah koneksi dari hub di bagian pusat dari pengkabelan. Seperti pada gambar berikut :
Kerugian dari Star Topology adalah :
• Kegagalan dari Hub dapat mengagalkan bagian utama dari jaringan.
• Star Topology membutuhkan pengkabelan lebih banyak dibandingkan dengan Bus Topology atay Ring Topology, karen semua stasiun harus dihubungkan ke hub, bukan ke stasiun berikutnya.
Karakteristik Hub Segmen ke Segmen
Untuk dapat memahami karakteristik Hub segmen ke segmen yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan bagaimana cara merekan beroperasi. Secara logika merekan seperti Topologi Bus dan secara fisik seperti Topologi Bintang. Berikut ini adalah skema bagian dalam dari Hub :
Jaringan Hub secara Cascade
Mengkaskade Hub berarti menghubungkan Hub secara bersama-sama dengan menggunakan port RJ45. satu Hub Master (Level 1) dihubungkan dengan banyak level 2 (Slave) yang merupakan master hari Level 3 (Hub). Jumlah maksimum stasiun Hub pada jaringan ini terbatas sampai 128.
3. Bridge




Bridge adalah aƓintelligent repeatera. Bridge menguatkan sinyal yang ditransmisikannya, tetapi tidak seperti repeater, Bridge mampu menentukan tujuan. Selain itu bridge juga membagi satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan.

Berbeda dengan Hub, Bridge dapat mempelajari MAC address tujuan. Ketika sebuah komputer mengirim data untuk komputer tertentu, bridge akan mengirim data tersebut melalui port yang terhubung dengan komputer tujuan saja. Namun, ketika belum menemukan port mana yang terhubung dengan komputer tujuan, Bridge akan mencoba mengirim pesan broadcast ke semua port (kecuali port komputer pengirim). Setelah port tujuan diketahui, maka untuk selanjutnya hanya port itu saja yang akan dikirim data. Secara umum ada 3 kategori Bridge, yaitu :
Local Bridge : Menghubungkan beberapa LAN
Remote Bridge : Menghubungkan LAN dengan WAN
Wireless Bridge : Menghubungkan LAN dengan remote node
Bridge adalah perangkat yang terdiri atas hardware dan software. Dia dapat berdiri sendiri (tidak terpasang ke komputer).
Tujuan digunakannya Bridge
• Untuk mengisolasi jaringan dengan alamat MAC
• Untuk mengatur lalu lintas jaringan dengan pemfilteran paket.
• Untuk menerjemahkan dari satu protokol ke protokol yang lain.
Karakteristik Bridge Segmen ke Segmen
Ada dua tipe bridge yakni Local Bridge dan Remote Bridge.
Local Bridge digunakan untuk jaringan lokal yang terpisah. Dimana 2 segmen tersebut secara fisik cukup dekat seperti : di dalam gedung yang sama, dan sebagainya.
Remote Bridge, biasa digunakan secara berpasangan dan jaringan secara sedikit terpisah namun bukan jaringan lokal. 2 segmen biasanya terletak cukup jauh misalnya dalam gedung yang berbeda, floor yang berbeda dan sebagainya. Remote bridge adalah setengah dari bridge biasa dan dapat menggunakan beberapa media komunikasi yang berbeda.
  Metodologi Bridge
Ada 3 metodologi bridge yang utama yang digunakan untuk menghubungkan LAN yakni :
• Transparant Bridges
• Spanning Tree Protocol
• Souce Routing
Transparant Bridges biasanya dibangun untuk membantuk koneksi dari jaringan Ethernet. Spanning Tree Protocol biasanya dibangun untuk meningkatkan kemampuan dari Transparant Bridges. Source Routing Bridges biasanya digunakan oleh Token Ring. Source Routing Bridges membutuhkan pemahaman konsep dari Token Ring.
Alasan Digunakannya Bridge
Ada 4 alasan mengapa digunakan Bridge yaitu :
1. Keamanan : Lindungi atau hentikan jaringan dari mengirimkan data yang sensitif.
2. Bandwith : mengurangi lalu lintas dengan segmentasi
3. Reliability : jika satu segmen jatuh atau gagal, maka dia tidak akan menganggu kinerja keseluruhan jaringan.
4. Translasi : Mentranslasikan Data Link Protokol yang berbeda seperti dari Token Ring ke Ethernet.
Pengalamatan Bridge
Bridge bekerja pada Data Link Layer dan mengenali Alamat MAC. Spanning Tree Protocol menambahkan sebuah Bridge Protocol Data Unit (DPDU) untuk Bridge untuk komunikasi Bridge. Source Route Bridge dan Token Ring menyediakan Komunikasi Data Link Layer khusus .
4. Switch


Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode "full-duplex" dan "mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik.
Fungsi Switch
Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan Hub yakni untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan atau antar jaringan lokal tersebut dengan jaringan yang lebih besar lagi seperti Internet.
Cara Kerja Switch



Cara kerja switch mirip juga dengan cara kerja Hub hanya saja switch biasanya sudah dilengkapi dengan Mikroprosessor sehingga ia lebih pintar dibandingkan dengan Hub. Selain itu Switch juga memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Hub dan juga bandwidth yang lebih tinggi. Namun harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan Hub.
5. Router



Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah. Router bekerja menggunakan routing table yang disimpan di memory-nya untuk memutuskan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan. Router dapat memutuskan rute terbaik, oleh karena itu router lebih "cerdas" dibanding bridge
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP local , contoh IP local 10.0.0.0, 192.168.0.0, 172.16.0.0, okay kita pakai IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0.1/24 atau class lain dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.2, 192.168.0.3 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC

Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.

Router adalah perangkat yang berupa hardware dan software. Dia dapat dipasang pada collapsed backbone, juga sebagai perangkat yang berdiri sendiri (rack mount atau dekstop) atau software yang dapat berjalan sebagai server file dengan 2 NIC.
Tujuan dipakainya Router
Tujuan dipakainya Router adalah untuk menghubungkan titik-titik yang melewati sebuah internetwork tanpa memperhatikan dari lapisan fisik dan protokol Data Link Layer yang digunakan. Router dapat mengetahui jenis protokol Network Layer yang digunakan seperti : Novell’s IPX, Unix’s IP, XNS, Apples DDP, dan sebagainya. Tetapi dia tidak dapat mengenali beberapa tipe media atau frame yang digunakan seperti Ethernet, Token Ring, FDDI, X.25 dan sebagainya.
 Pengalamatan Router
Router mengkombinasikan Nomor Network dan Alamat Node untuk membuat alamat sumber dan destinasi dalam jalur Network Layer PDU dapat melewati jaringan. Router harus mengetahui nama dari segmen yang akan dilewati dan juga nama segmen atau nomornya yang akan dari PDU. Dia juga harus mengetahui alamat Node yakni : alamat MAC untuk Novell dan alamat IP untuk TCP/IP.



Saturday, November 10, 2012

komunikasi dasar


Dasar Jaringan Komputer

 Komunikasi Data

1.  Komunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau lebih device (sumber), melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware dan sebagainya
2. Komunikasi data merupakan gabungan dari beberapa teknik pengolahan data. Dimana telekomunikasi yang dapat diartikan segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari titik ke titik lain. Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag berhubungan dengan pengolahan

Secara umum jenis-jenis komunikasi data dibagi atau digolongkan menjadi dua macam yaitu :
 a. Infrakstruktur terrestrial Aksesnya dengan menggunakan media kabel dan nirkabel. Untuk membangun infrakstuktur terrestrial ini membutuhkan biaya yang tinggi, kapasitas bandwitch yang terbatas, biaya yang tinggi dikarenakan dengan menggunakan kabel tidak diprngaruhi oleh factor cuaca jadi sinyal yang diguakan cukup kuat.
b. Melalui satelit Aksesnya menggunakan satelit. Wilayah yang dicakup akses sateli lebih luas sehingga mampu menjangkau sebuah lokasi yang tidak bisa dijangkau. Oleh infrastruktur terrestrial namun untuk membuthkan waktu yang lama.

Jenis – Jenis Jaringan

Jaringan adalah kumpulan 2 atau lebih sistem komputer yang dihubungkan baik melalui kabel penghantar atau tanpa kabel sehingga dapat saling berkomunikasi atau bertukar informasi. Macam-macam jaringan komputer dapat dikelompokan berdasarkan:
Local Area Network (LAN)
Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatsi oleh area yang relatif kecil, misalnya pada sebuah gedung, biasanya jarak antarnode tidak  lebih dari 200 m.
Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan jaringan yang menghubungkan beberapa LAN. Misalnya jaringan yang menghubungkan beberapa jaringan kecil dikantor pada suatu provinsi.
Wide Area Network (WAN)
Adalah jaringan komputer yang sangat luas, yang sudah menjangkau otoritas negara lain. Biasanya WAN sudah menggunakan media wireless (sarana saltelit atau kabel serat optik).

  Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Hardware adalah suatu perangkat yang berfungsi melakukan proses input dan output. Terdiri dari CPU, monitor, mouse, speaker, keyboard, printer.

Software adalah suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan perangkat keras dengan pengguna (user). Secara umum dibagi menjadi dua bagian:
                        -Perangkat Lunak Sistem Operasi
                        -Perangkat Lunak Sistem Aplikasi


Contoh Konfigurasi

Konfigurasi jaringan dimaksudkan untuk memberikan nama dan identitas yang unik dalam jaringan corporate anda. Anda perlu merencanakan suatu standard konfigurasi jaringan didalam organisasi global business anda untk memudahkan identifikasi dan management. Konfigurasi jaringan bisa terdiri dari identitas unik seperti:
1. Penamaan komponen dan object jaringan
Konfigurasi jaringan dengan memberikan standard penamaan yang universal dalam corporasi anda sangat diperlukan sekali untuk semua komponen dan object jaringan. Adalah suatu kebutuhan bahwa entitas jaringan seperti file server; share printer; router; switch; user; group dan system email mempunyai suatu standard penamaan global yang unik dan konsisten. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa entitas resources dari corporate anda dapat dengan mudah diidentifikasi dan di temukan dalam jaringan global anda.
Jika corporasi anda mempunyai banyak unit bisnis secara global, suatu kode  ID unit bisnis anda sangat diperlukan sebagai kode prefix dalam system penamaan. Setiap kode ID bisnis unit haruslah unik.
Sekarang kita kembali ke scenario dalam jaringan komputer kita sebelumnya, korporasi tambang ini mempunyai 3 unit bisnis yaitu Guinea; Hongkong dan Sidoarjo sehingga contoh penamaan dalam unit bisnis bisa diberikan seperti berikut:
GUI sebagai prefix untuk Guinea
HNK sebagai prefix untuk Hongkong
SDA untuk prefix tambang di Sidoarjo
Untuk suatu company yang mempunyai banyak cabang bisnis, suatu prefix company bisa disambung dengan prefix unit bisnis cabang sebagai kode untuk identifikasi bisnis cabang seperti contoh berikut ini:
GUISML untuk Guinea dengan bisnis cabang Smelter
GUIFRG untuk Guinea dengan bisnis cabang Freight
System penamaan ini akan membentuk dasar prefix kode penamaan yang bisa dipakai secara universal untuk mendefinisikan berbagai macam komponen dan object dalam direktori dan jaringan corporasi.
Nama komputer
Nama komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang diperlukan): Nama komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang diperlukan):
Role dari suatu server bisa didefinisikan sebagai berikut:
ROLE
Server (Primary) Function
DC
Domain controller
SQL
SQL Database Server
MAIL or EXCH
Mail or Exchange server
FS
File and Print server

<Site> mendefinisikan lokasi dari piranti server ini. Hal ini diperlukan untuk membantu managemen dan support dalam jaringan.  Jika suatu server mempunyai beberapa role, maka nama server berdasarkan role utama dari server tersebut.  Misalkan untuk Domain Controller diberikan nama dengan kode role prefix DC, missal
GUISMLDC01 untuk Domain Controller – Guinea unit bisnis Smelter #01
Konfigurasi Jaringan lain mengenai penamaan adalah penamaan Piranti jaringan seperti Router; Switch; yang sangat diperlukan untuk memberikan identifikasi secara konsisten dalam group corporasi anda.
Penamaan Switch Standard
Systaxnya adalah ebagai berikut:
< CompanyID>-< Location>-<Device-Type><Sequence Number>
Location seharusnya tidak lebih dari 8 karakter (hanya sebagai panduan saja) dan digunakan untuk mendefinisikan nama yang bersifat lokal yang unik. Hal ini bisa berdasarkan pada <kota/Jalan:Nomor gedung:tingkat lantai>.
S mendefinisikan jenis piranti SWITCH Lan
CS mendifinisikan core SWITCH Lan
Sebagai contoh adalah yang berikut, jika core Switch Lan ke dua di Guinea Smelter di lantai 1 maka penamaannya adalah: GUISML-L1-CS2
Penamaan standard Router
Hostname dari suatu router harus terdiri dari kode ID company, lokasi, jenis router dan nomor urut unik (jika ada):
< CompanyID>- Location>-<Device-Type><SequenceNumber >
R dipakai sebagai jenis router yang dipakai
CR adalah jenis Core Router yang biasa dipakai sebagai titik penghubung ke jaringan WAN (interlink).
2.      Konfigurasi IP address
Jika suatu piranti ingin berkomunikasi mnggunakan TCP/IP, maka setiap piranti memerlukan IP Address. Artikel lain akan membahas secara detil mengenai IP Addressing ini. Kembali ke scenario awal kita mengenai koneksi jaringan, mari kita lihat diagram core sederhana dibawah ini yang menghubungkan kedua gedung Mining dan HRD.

Kita lihat bahwa konfigurasi jaringan di Mining office (MO) mempunyai file server sendiri (GUISML-MO-FS01) yang hanya akan di akses oleh para enginner geologi di gedung Mining. Penempatan resource server yang sering di akses pada area yang dekat para pengakses bakal meningkatkan respons time jaringan.
Pemberian IP address pada Server dan Switch dalam konfigurasi jaringan haruslah menggunakan IP addres yang fix. Yang perlu anda punyai adalah dokumentasi yang memadai – mengenai register dari Fix IP address seperti dalam table berikut ini sebelum dikonfiguraskan kedalam piranti jaringan.

 ARSITEKTUR PROTOKOL

Merupakan perangkat lunak dari jaringan komunikasi data
Terdiri dari layer, protokol dan interface
Jaringan diorganisasikan menjadi sejumlah level (layer) untuk mengurangi kerumitannya
Setiap layer dibuat berdasarkan layer dibawahnya
Antar layer terdapat sebuah interface yang menentukan operasi dan layananyang diberikan layer terbawah untuk layer diatasnya
Layer pada level yang sama di dua host yang berbeda dapat saling berkomunikasi dengan mengikuti sejumlah aturan dan ketetapan yang disebut sebagai protokol.
Dua model:
OSI (hanya sebuah konsep)
TCP/IP (digunakan secara komersial)

 SISTEM OPERASI JARINGAN

Sistem operasi jaringan (Inggris: network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
Microsoft MS-NET
Microsoft LAN Manager
Novell NetWare
Microsoft Windows NT Server
GNU/Linux
Banyan VINES
Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

Friday, November 9, 2012


CONTOH KONFIGURASI
Konfigurasi jaringan dimaksudkan untuk memberikan nama dan identitas yang unik dalam jaringan corporate anda. Anda perlu merencanakan suatu standard konfigurasi jaringan didalam organisasi global business anda untk memudahkan identifikasi dan management. Konfigurasi jaringan bisa terdiri dari identitas unik seperti:
1. Penamaan komponen dan object jaringan
Konfigurasi jaringan dengan memberikan standard penamaan yang universal dalam corporasi anda sangat diperlukan sekali untuk semua komponen dan object jaringan. Adalah suatu kebutuhan bahwa entitas jaringan seperti file server; share printer; router; switch; user; group dan system email mempunyai suatu standard penamaan global yang unik dan konsisten. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa entitas resources dari corporate anda dapat dengan mudah diidentifikasi dan di temukan dalam jaringan global anda.
Jika corporasi anda mempunyai banyak unit bisnis secara global, suatu kode  ID unit bisnis anda sangat diperlukan sebagai kode prefix dalam system penamaan. Setiap kode ID bisnis unit haruslah unik.
Sekarang kita kembali ke scenario dalam jaringan komputer kita sebelumnya, korporasi tambang ini mempunyai 3 unit bisnis yaitu Guinea; Hongkong dan Sidoarjo sehingga contoh penamaan dalam unit bisnis bisa diberikan seperti berikut:
GUI sebagai prefix untuk Guinea
HNK sebagai prefix untuk Hongkong
SDA untuk prefix tambang di Sidoarjo
Untuk suatu company yang mempunyai banyak cabang bisnis, suatu prefix company bisa disambung dengan prefix unit bisnis cabang sebagai kode untuk identifikasi bisnis cabang seperti contoh berikut ini:
GUISML untuk Guinea dengan bisnis cabang Smelter
GUIFRG untuk Guinea dengan bisnis cabang Freight
System penamaan ini akan membentuk dasar prefix kode penamaan yang bisa dipakai secara universal untuk mendefinisikan berbagai macam komponen dan object dalam direktori dan jaringan corporasi.
Nama komputer
Nama komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang diperlukan): Nama komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang diperlukan):
Role dari suatu server bisa didefinisikan sebagai berikut:
ROLE
Server (Primary) Function
DC
Domain controller
SQL
SQL Database Server
MAIL or EXCH
Mail or Exchange server
FS
File and Print server


<Site> mendefinisikan lokasi dari piranti server ini. Hal ini diperlukan untuk membantu managemen dan support dalam jaringan.  Jika suatu server mempunyai beberapa role, maka nama server berdasarkan role utama dari server tersebut.  Misalkan untuk Domain Controller diberikan nama dengan kode role prefix DC, missal
GUISMLDC01 untuk Domain Controller – Guinea unit bisnis Smelter #01
Konfigurasi Jaringan lain mengenai penamaan adalah penamaan Piranti jaringan seperti Router; Switch; yang sangat diperlukan untuk memberikan identifikasi secara konsisten dalam group corporasi anda.
Penamaan Switch Standard
Systaxnya adalah ebagai berikut:
< CompanyID>-< Location>-<Device-Type><Sequence Number>
Location seharusnya tidak lebih dari 8 karakter (hanya sebagai panduan saja) dan digunakan untuk mendefinisikan nama yang bersifat lokal yang unik. Hal ini bisa berdasarkan pada <kota/Jalan:Nomor gedung:tingkat lantai>.
S mendefinisikan jenis piranti SWITCH Lan
CS mendifinisikan core SWITCH Lan
Sebagai contoh adalah yang berikut, jika core Switch Lan ke dua di Guinea Smelter di lantai 1 maka penamaannya adalah: GUISML-L1-CS2
Penamaan standard Router
Hostname dari suatu router harus terdiri dari kode ID company, lokasi, jenis router dan nomor urut unik (jika ada):
< CompanyID>- Location>-<Device-Type><SequenceNumber >
R dipakai sebagai jenis router yang dipakai
CR adalah jenis Core Router yang biasa dipakai sebagai titik penghubung ke jaringan WAN (interlink).
2.      Konfigurasi IP address
Jika suatu piranti ingin berkomunikasi mnggunakan TCP/IP, maka setiap piranti memerlukan IP Address. Artikel lain akan membahas secara detil mengenai IP Addressing ini. Kembali ke scenario awal kita mengenai koneksi jaringan, mari kita lihat diagram core sederhana dibawah ini yang menghubungkan kedua gedung Mining dan HRD.